Senin, 11 Januari 2016

PROPOSAL BISNIS KULINER

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  JUDUL PROGRAM
JiLaNgI Ala Miss Purple

1.2  LATAR BELAKANG
Indonesia kaya akan hasil buminya, dengan semua hasil bumi tersebut maka Indonesia pun menjadi kaya dalam segala aspek usaha namun mayoritas kekayaan alam Indonesia beserta usahanya dipegang alih oleh Negara lain. Meskipun begitu kita masih harus tetap bangga karena ada kekayaan yang masih dikuasai oleh masyarakat pribumi dan banyak dikenal manca negaya yaitu salah satunya adalah usaha kuliner. Dengan beraneka rempah-rempah yang dimiliki Indonesia maka terlahirkan berbagai makanan yang menjadi ciri khas bangsa. Bukan hanya makanan berat namun juga cemilan-cemilan tradisionalnya.
Namun seiring berjalannya waktu dan semakin berkembangnya teknologi, maka makanan Indonesia banyak yang terlupakan dan ada pula makanan yang dibuat hanya pada momen-momen tertentu seperti bulan ramadhan dan lebaran.
Oleh karna itu, saya ingin sekali memunculkan kenikmatan makanan yang hanya muncul pada moment tertentu tersebut, namun dengan bentuk dan warna yang berbeda. sehingga muncullah ide saya untuk menjadikannya usaha saya dalam berwirausaha. Saya akan menjualnya dengan cara membuka stand kecil di depan rumah saya yang berlokasi di kawasan rumah saya yaitu tomang-jakarta barat. Lokasi ini cukup strategis karna merupakan jalan yang banyak dilalui orang dan kawasan padat penduduk. Sehingga menurut saya lokasi ini cukup bagus untuk dijadikan tempat berjualan.
Saya akan menyajikan biji salak namun yang biasanya berwarna kuning kini saya akan menyajikan dengan warna ungu dengan berbegai bentuk dan berisi slice keju, makanan tersebut akan dikenal dengan nama produk “JiLaNgI ala miss purple”. Harganya pun terjangkau oleh semua kalangan.

1.3  TUJUAN
Berdasarkan latar belakang diatas, maka tujuan yang ingin dicapai sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui bagaimana cara membuat biji salak ungu isi keju
2.      Untuk mengetahui bagaimana cara memasarkan produk biji salak ungu isi keju
3.      Untuk mengetahui prospek dan daya saing produk biji salak ungu isi keju dibanding biji salak lainnya lainnya.

1.4  VISI USAHA
Memunculkan kembali makanan tradisional yang hanya muncul pada moment tertentu dengan warna dan bentuk yang baru, dan memperkenalkan kembali kepada masyarakat yang belum sempat merasakan kenikmatan makanan ini.

1.5  MISI USAHA
-          Menyajikan makanan sehat.
-          Menyajikan rasa warna dan bentuk yang baru.
-          Membuktikan pada konsumen bahwa makanan tradisional tidak kalah lezat dengan makanan sekarang yang mengandung banyak zat yang merugikan tubuh.


 BAB II
ISI

2.1 PEMASARAN
Pada usaha ‘JiLaNgI ala miss purple’ ini, saya menggunakan strategi segmen pasar, target pemasaran, produk, harga dan lokasi. Tak lupa pula saya mempertimbangkan S.W.O.T nya.

2.2 SEGMENTASI PASAR
            Dari penilaian saya, makanan yang saya pasarkan adalah makanan yang akan diterima oleh masyarakat banyak. Siapapun dapat menikmati makanan ini. Karena ini merupakan makanan tradisional sunda dan masyarakat di Tomang-Jakarta Barat memiliki background sunda, saya rasa makanan ini akan pas dengan seleranya masyarakat yang ada di lokasi tersebut. Baik ibu-ibu, bapak-bapak, adik-adik serta remaja pria dan wanita dapat menikmati makanan ini.

2.3 TARGET PASAR
            Terget dari pemasaran makanan ini adalah masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi penjualan pada khususnya dan masyarakat yang melintas lokasi itu pada umumnya.

2.4 PRODUK
            Jenis produk yang akan saya pasarkan adalah jenis makanan tradisional yang memiliki kelezatan yang tidak kalah lezat dengan makanan yang ada pada zaman sekarang yang memiliki banyak zat yang berbahaya bagi tubuh.
Keunggulannya :                                 Fitur :
-Manis                                                 -Lezat
-Mengenyangkan                                -Menggunakan hasil alam
-Warna dan bentuk Unik
-dan Murah Meriah


JENIS PRODUK
NAMA PRODUK
makanan
JiLaNgI (Biji Salak Ungu Isi)

2.5 ANALISIS HARGA
            Dalam menentukan harga, saya mempertimbangkan berdasarkan dari harga kebutuhan yang diperlukan dalam proses pembuatan produk makanan ini. Berikut pertimbangannya :
·         JiLaNgu 1 Porsi (10 butir)      : Rp. 15.000,-
Dalam satu hari, kami dapat menjual 50 porsi.                     
2.6 STRATEGI PROMOSI
-          Mulut ke Mulut
Ini merupakan cara paling sederhana tanpa membutuhkna biaya apapun. Berawal dari bercerita mengenai ‘JiLaNgI Ala Miss Purple’ ke kerabat.
-          Social Media
Melalui aplikasi BBM yang meniliki feature Broadcasting, dengan fitur ini saya dapat mempromosikan makanan yang saya jual kepada teman – teman di kontak BBM saya dan SosMed lainnya.

2.7 LOKASI
            Usaha‘JiLaNgI Ala Miss Purple’ ini berlokasi di Jl. Tomang pulo-jakarta barat yang merupakan kawasan padat penduduk dan banyak di lalui masyarakat juga kawasan ini belum ada yang menjual biji salak berwarna ungu dengan bentuk yang unik dan berisi keju.

2.8 ANALISIS PELUANG USAHA
Berikut adalah beberapa pertimbangan dalam analisis SWOT yang dapat kami temukan:
FAKTOR SWOT
USAHA PEMBUATAN BIJI SALAK UNGU
KEKUATAN
(STRENGTH)
-          Keunikan Produk
-          Kesukaan konsumen terhadap produk
-          Harga yang terjangkau
-          Belum adanya pesaing
KELEMAHAN
(WEAKNESS)
-          Tidak tahan lama
PELUANG
(OPPORTUNITY)
-          Peluang pasar yang besar
-          Kesempatan menguasai pasar
ANCAMAN
(THREATH)
-          Perubahan selera masyarakat
-          Pesaing yang akan bermunculan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar